Menatap Awan Di Atas Kali Venezia

Menatap Awan Di Atas Kali Venezia

Terbuat dari batang-batang bambu
Yang dirapatkan satu sama lain menjadi satu
Berbentuk persegi panjang yang terpadu
Dan menggunakan galah sebagai dayung penggerak perahu
Itulah perahu getek yang kugunakan dalam mencari nafkah untuk anak-anak dan istriku
Semuanya kulakukan demi satu kata yaitu susu
Mendayung selangkah demi selangkah untuk membeli susu buat anak-anakku yang lucu-lucu
Dan juga untuk membeli pakaian untuk menutupi susu sang ibu anak-anak yang ayu

Meski terkadang hati ini merasa malu
Karena teman-teman seangkatan banyak yang sukses dan maju
Ada yang jadi pengusaha angkot, buka bengkel dan ada yang punya kios gehu
Ada juga yang sukses di negeri orang meski cuman jadi sopir dan pembantu
Ada juga yang terjun ke politik, meski cuman jadi anggota pasukan nasi bungkus yang siap demo selalu
Lha ini karirku yang dulunya kukira cerah hanya berakhir di atas kali yang bau
Hanya bisa menatap awan-awan yang berbaris di langit sambil mendesah, terlalu

Kantorku di atas kali Ciliwung
Tanpa lemari arsip, meja, dan kursi kantor, sebagai sarana pendukung
Ga ada fax dan sambungan telepon, sebagai media komunikasi penghubung
Ga ada para karyawan yang suka telat dan selalu minta gaji naik meski perusahaan lagi limbung
Ga ada juga sedia kartu nama sebagai tanda pengenal langsung
Ga ada website untuk usaha getekku sebagai media promosi online yang bisa mengenalkan produk lebih dekat kepada para konsumen yang penasaran dan bingung
Dan ga ada juga akun facebook ataupun twitter, sehingga aspirasi, kritik, saran para fans dan follower tak bisa tertampung

Di musim kemarau yang penuh dengan pancaran sinar matahari
Debit air sungai menyusut drastis tak terkendali
Tentu saja kartu debitku pun ikut menyusut karena penumpang makin sepi
Biasanya para penumpang kalau di musim kemarau lebih suka memakai jalan darat karena takut getekku kandas ke dasar kali
Lagian jalan darat jadi ga becek dan cukup enak dilewati
Impianku untuk membeli sebuah kapal pesiar pun ikut kandas ke Bumi

Perahu getekku ini sangat banyak membantu dan menolong warga di sini
Sebagai sebuah alternatif sarana transportasi
Mengantarkan warga dari kampung ke kampung setiap hari
Lewat jalur air kamu ga bakal kena macet dan juga kena polusi
Sudah gitu kamu ga perlu repot pake helem, bawa SIM, atau STNK karena lewat sini ga bakal ada razia polisi
Ga perlu juga kamu sampai kena jebakan Batman yang pasti ada di ujung jalan busway yang sigap beraksi

Katanya oleh para penguasa akan dikembangkan sebuah mega proyek sistem kanal untuk lalu lintas air yang mumpuni
Yang tentunya wacana sistem transportasi sungai hanya terdengar seperti mimpi
Dimana rencana tersebut tentu saja tak semudah seperti kisah Bandung Bondowoso yang dalam semalam bisa membangun seribu candi
Di sini soal pembebasan lahan tentu bakal jadi suatu masalah tersendiri
Belum kalau dilihat dari jangka waktu lamanya proyek agar bisa sampai terimplementasi
Serta juga biaya-biaya yang harus dikeluarkan yang tentunya bakal sangat tinggi
Itu belum juga ditambah dana-dana yang memang sangat mengundang dan menggiurkan untuk dikorupsi

Walau jadi tukang getek tentu aku juga punya cita-cita
Meski aku bukan lulusan S3
Belajar bahasa inggris di sela-sela waktu istirahat agar memperkaya khazanah bahasa
Kali-kali ada turis yang mau nyoba getek untuk perjalanan wisata
Siapa tahu juga suatu saat aku bisa diajak pindah ke Venesia
Meski cuman jadi pendayung gondola
Lumayan daripada di sini hati suka trenyuh liat uang rakyat digondol para penguasa

 

related posts:

Buku Puisi Jenaka


Puisi Profesi
Puisi Politik
Puisi Transportasi

%d bloggers like this: