Tag Archives: puisi jakarta

Motor Sport Pasukan Kerah Biru

Motor Sport Pasukan Kerah Biru

Ingin hidup yang lebih baik
Tentu didambakan oleh semua kalangan, baik para pengusaha maupun wong cilik
Para pejabat pun enggan kalau hidup dengan gaji kecil yang sangat mencekik
Pokoknya gimana caranya asal itu yang namanya gaji bisa dibikin menukik
Bisa dalam bentuk uang pelicin, uang gratifikasi, dan uang lain-lain yang penting rekening tabungan ikut naik
Apapun akan dilakukan untuk menambah uang jajan, mau lewat jalur belakang ataupun lewat jalur mistik
Terima uang sogokan atau uang pemulus proyek sudah jadi tradisi lama yang pelik
Apalagi kalau permasalahan lewat jalur resmi sudah menemui jalan buntu, milyaran rupiah tentunya sudah pasti jadi hak milik
Bonusnya tentu pendapatan tambahan tersebut dapat membiayai kehidupan selingkuhan yang lumayan cantik

Tentu saja sistem mendadak milyarder ini membuat iri para buruh
Sehingga engan saja mereka mendapat upah minim tapi kerja kok secara penuh
Maka segera saja mereka demo menuntut kenaikan UMP dan KHL secara menyeluruh
Pokoknya kalau gaji gak naik-naik, ini Jakarta akan di bikin rusuh
Pak Gubernur hanya memegang jidatnya yang berkeringat sambil berbisik waduh!!

Ancaman mereka tentunya bukan hanya sekedar wacana
Mereka berdemonstrasi menuntut kenaikan upah yang cukup gila
Katanya upah mereka yang sekarang tidak memenuhi komponen standar KHL di Indonesia
Pokoknya kalau belum terealisasi mereka bakal mogok kerja dan bakal terus menggelar aksi massa
Aksi demo terpusat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Kesehatan, Balaikota
Lalu demo berlanjut sampai ke Istana Negara
Bukan hanya itu saja, mereka juga sweeping buruh-buruh lain yang lagi kerja
Mendobrak pabrik, mengacak-acak dan berbuat seenaknya
Memaksa para buruh lain yang ga ikut demo untuk ikut bolos dan berunjuk rasa
Pokoknya all for one, one for all, satu mogok, mogok semua

Mogok model begini yang susah direparasi
Dibawa ke bengkel juga bukan jadi sebuah solusi
Orang ini katanya lagi memperjuangkan sebuah aspirasi
Diajak bicara baik-baik, musyawarah mencapai mufakat, ataupun di ajak damai, semoga mereka bisa mengerti
Meski itu hanya sebuah basa-basi
Tapi apa mereka bakal mengerti kalau para buruh demo terus kaya gini, para investor asing bakalan lari
Bukan sekedar lari lomba maraton, tapi ini para investor asing bakal segera minggat dari bumi pertiwi
Ngacir dan ga bakalan ada rencana untuk kembali

Selain itu tentunya demo buruh ini akan memperlambat gerak pertumbuhan ekonomi
Sebab pengusaha baru jadi enggan berinvestasi lagi di sektor industri
Banyak perusahaan juga terpaksa menahan untuk tidak melakukan investasi baru apalagi rencana untuk ekspansi
Dan tentu saja dengan jadwal demo-demo rutin dan teratur seperti ini, banyak perusahaan yang jatuh merugi
Bukan hanya ratusan juta, tapi sampai milyaran jeti
Wacana bangkrut dan gulung tikar, tentunya hanya tinggal menunggu hari

Anehnya dari buruh-buruh yang berdemo menuntut kenaikan gaji
Yang katanya gaji mereka ga cukup untuk memenuhi kehidupan, dan bahkan untuk membeli nasi
Ternyata ada beberapa dari yang demo bawa motor-motor keren dan mumpuni
Baik Yamaha Byson, dan berbagai macam motor sport gagah produk Kawasaki
Dan bahkan yang paling nyesek, ada yang nekat bawa Ducati
Lha katanya hidupnya ga layak dengan gaji yang sekarang ini
Koq pake motor keren ikut-ikutan demonstrasi
Apa nanti kalau gajinya dinaikkin, apa taon depan ente rencana mau demo pake Harley

Kalau pabrik jadi tutup dan berhenti beroperasi
Angka pengangguran bakal meningkat secara pasti
Keran penghasilan para buruh pun bakal ikut mengalami penguapan aka evaporasi
Musim kemarau pun akan segera datang menggantikan indahnya musim semi
Barang-barang jadi mahal, karena pabrik-pabrik pada tutup, karena semua barang jadi impor dari luar negeri
Jangankan buat nyicil motor, takutnya nanti malah uangnya kepake buat beli obat-obatan anti depresi
Dan impian beli Harley tentunya bakal mendadak berakhir disini
Mariiiii !!!

 

related posts:

Puisi Fenomena


Puisi Profesi
Puisi Politik

Published: May 19, 2014 | Comments: Comments

%d bloggers like this: