Tag Archives: puisi jenaka

Puisi Jenaka

puisi kocak, puisi lucu, puisi jenaka

Kejenakaan ada di setiap diri insan manusia, karena pada dasarnya manusia itu butuh suatu hiburan, baik hiburan pagi, siang, maupun malam. Dan terspesial untuk yang terakhir, hiburan malam bisa bemacam-macam jenisnya.. mulai dari hiburan di dalam mall-mall, kafe, tempat biliar, warnet, warung kopi, sampai ke hiburan-hiburan malam yang penuh maksiat dan menawarkan kenikmatan sesaat… Nah selain hal-hal hedonisme tersebut, masih ada hiburan alternatif di tengah malam, yaitu dengan nobar sepakbola, baik liga inggris, liga perancis, liga italia, liga spanyol, liga belanda, maupun liga tawuran antar kampung di Indonesia… dan bukan hanya nobar dan tawuran saja, yang cocok dinikmati kala malam menjelang… melainkan ada sebuah puisi jenaka yang cukup cucok kalau di baca di tengah – tengah malammu yang mendung, pedih dan gak endaaaanngg…

Puisi Banjir : Muara Terkutuk Bajak Laut Karibia

#puisi jenaka 1

Normalnya di tempat lain tinggi banjir dihitung pake satuan meter, sentimeter, ataupun inci
Tapi di negeri ini, tinggi banjir di hitung pake satuan unit anti mainstream yang cukup menimbulkan kontroversi
Mulai dari banjir ukuran sedada, sepinggang, sepaha, selutut, sampai semata kaki
Walhasil wartawan bule yang menulis berita tentang banjir di sini jadi pada bingung dan depresi
Sampai-sampai ada yang memberitakan bahwa banjir di Jakarta sekarang sudah sampai 34B aka thirty four bi
Lo pikir ini ASI cuiiii

Puisi Miss World : Miss World Indonesia Untuk Seluruh Negeri

# puisi-jenaka 2

Membawa gelar Nasional ke tingkat yang lebih tinggi
Tentunya bakal jadi kebanggaan tersendiri
Sudah terkenal di dalam negeri
Juga bakal terkenal di dunia sebagai salah satu kandidat putri
Masuk media cetak maupun televisi
Sungguh membuat banyak orang iri
Boleh kamu naksir atau boleh kamu pendam perasaanmu di dalam hati
Boleh juga kamu jadi penggemar setia sampai mati
Asalkan jangan sampai kamu kirim pelet untuk dijadikan istri

Puisi TransJakarta : Mafioso Penguasa Rute Koridor

# puisi_jenaka 3

Harusnya hukuman untuk para pelaku yang hobi begini harus sedikit keras
Pamerin burung di publik dan gesek-gesek alat kelamin harus ditindak tegas
Dipotong atau dikebiri mungkin jadi solusi pas
Secara kalau hanya ditahan, saat keluar si pelaku bakal kembali berbuat yang lebih gak waras
Makanya di potong biar si burung ga bisa terbang bebas
Ibarat mencabut rumput harus sampai ke akarnya daripada hanya sekedar ditebas
Model hukuman kaya gini cukup mengurangi populasi burung yang ganas

Puisi Sundel Bolong : Melahirkan Setan Penghuni Kuburan

#puisi #jenaka 4

Berambut panjang lurus terurai tetapi bukan hasil catokan
Memakai gaun panjang warna putih yang bukan hasil direndam pemutih pakaian
Aroma tubuhnya busuk dan berbau sangat tak menyenangkan
Mungkin dari pakaian yang lupa diberi pewangi dan lupa diberi pelembut saat disetrika di tempat cuci kiloan
Mungkin juga dari aroma badan yang penuh belatung yang sibuk bergelantungan
Dengan bagian punggung yang berlubang, sehingga isi bagian perut otomatis kelihatan
Ada paru-paru, jantung, usus, ati, ampela dan berbagai macam organ

Puisi Sopir Bajaj : Mikroba Keliling Pengantar Nikmat

# puisi jenaka 5

Tapi dibalik sebuah derita tentu ada yang berbahagia
Tentu saja usaha air bersih kelilingku ini jadi laris manis dan banyak konsumennya
Apalagi kalau air PAM lagi bermasalah sampai berhari-hari lamanya
Pembeli sampai ngantri kaya barisan uler kobra
Sampai-sampai banyak yang ga kebagian jatah si pemuas dahaga
Malah ada yang sampai ribut saling berebut untuk beli air antar sesama warga
Apa ini yang dibilang panasnya selimut tetangga

Tentu ketika sudah membaca di halaman penutup ini, anda sudah merasakan kenikmatan keperjakaan sejati.. eh sebuah kejenakaan sejati di dalam puisi-puisi jenaka yang ada di situs tercinta puisi jenaka kita ini… sebuah puisi tak ternoda yang mampu memberikan cipratan – cipratan humor yang tak dapat kamu temukan di toko buku, kampus sastra, maupun tempat laundry…

 

related posts:

Buku Puisi Ngasal


The Chronicles

Published: October 28, 2015 | Comments: Comments

%d bloggers like this: