Tag Archives: puisi mesum

Puisi Mesum

puisi hawa nafsu

Mesum bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Toh mesum juga merupakan suatu kebutuhan hidup primer manusia. Tinggal bagaimana kita mengendalikan nafsu mesum kita. Apakah kita harus mengumbar nafsu mesum kita kepada semua kalangan, ataukah biarlah mesum itu membunuhmu pelan-pelan… seperti yang terpecik di dalam lagu killing you softly…

Mari kita nikmati mesumnya hidup ini bersama-sama dengan sebuah percikan kemesuman sejati rangkaian puisi mesum berikut ini…

Puisi Mobil Goyang : Musisi Birahi Resital Mesum

#puisi_mesum 1

Biasanya fenomena ini terjadi di malam hari
Di sebuah tempat yang agak tersembunyi
Dan juga sebuah tempat yang aman dan dijamin tak ada kejahatan yang bakal terjadi
Sehingga ketika sedang berasyik masyuk ga ada yang namanya pencuri
Ga ada juga satpam-satpam yang suka mencampuri
Dan juga kena grebek warga yang suka razia seenak jidat mereka sendiri

Puisi Tukang Ojek Sepeda : Mengeluh Tidak Menghilangkan Beban Hidup

#puisi-mesum 2

Aku tukang ojek sepeda
Biasa mangkal di kawasan Kota Tua
Dimana ojek kita digunakan sebagai ojek wisata
Yang bakal membawamu keliling ke tempat-tempat penuh legenda
Mulai dari Museum Bahari, Menara Syahbandar, dan Pelabuhan Sunda Kelapa
Kemudian lanjut ke Jembatan Kota Intan, serta Toko Merah yang merupakan landmark dari jaman kolonial Belanda
Lalu kalau mau ke tempat lain di luar tujuan utama
Tentunya kamu bakal dikenakan sejumlah biaya
Nah waktu itu malah ada juga yang nekat minta diantarkan ke tempat-tempat mesum yang ada di daerah Kota
Wah, kalau yang itu sih kena biaya lebih dari ekstra

Puisi Penyapu Jalan Tol : Menyapu Sampai Titik Darah Penghabisan

#puisi #mesum 3

Tentu saja ada enaknya juga kerja begini
Karena di bahu jalan tol ada area istirahat yang kecil tapi cukup mumpuni
Dan biasanya suka ada mobil parkir dan berhenti
Kalau pada umumnya sopir-sopir tidur karena ngantuk, yang ini mobilnya malah asyik goyang sendiri
Tentu saja ini sudah dipastikan yang didalam sibuk melakukan perbuatan mesum yang penuh birahi
Segera saja aku intip lewat kaca jendela tanpa basa-basi
Benar saja mereka lagi asyik memadu cinta tanpa sadar kedatangan penonton yang ikutan horni
Lumayan dapat gratisan, ketimbang harus ke Glodok, nyari-nyari Vi-ci-di

Puisi Karyawan : Manajemen Romusha Pengusaha Gila

#puisi mesum 4

Aku cuman tersenyum tipis sembari menahan dongkol, karena tau itu basa-basi
Lalu dengan langkah gontai aku balik ke meja kerjaku ngelarin report yang tertunda tadi
Ga tau deh kedepan apa lagi yang akan ditawarkan, kalau aku sampai minta keluar lagi
Sekilas cuman terbayang istri si Boss yang lumayan cantik dan juga seksi

Puisi TransJakarta : Mafioso Penguasa Rute Koridor

# puisi mesum 5

Meski begitu TransJakarta masih banyak kekurangan
Udah nunggunya kadang kelamaan
Pada jam-jam sibuk kondisi di dalam bus ataupun di shelter terjadi penumpukan
Para penumpang berhimpit-himpit mencari ruang seperti pepes ikan
Tentu kalau sudah begini bukan jadi hal yang nyaman
Belum kalau ada yang hobi pelecehan
Suasana yang mendukung pas untuk menggesek-gesek alat kelamin pada sang korban
Korban menjerit ketika mengetahui apa yang telah terjadi setelah merasa ada yang basah meski ga turun hujan
Lengket-lengket pun terasa di belakang badan
Pelaku segera saja diseret ke kepolisian
Berikut barang bukti yang terkena cairan

Semoga dengan sajian romantis koleksi puisi-puisi mesum di situs tercinta puisi mesum nasional kita ini, kita semakin banyak belajar tentang segala ketermesuman hidup yang ada di sekitar kita… Seperti sebuah pepatah bijak kuno mengatakan bahwa, mesum adalah sebuah pilihan, apakah perasaan yang ada di dalam dirimu itu layak untuk diumbar, ataukah kamu akan biarkan itu tetap terpendam di dalam relung jiwa cabulmu yang paling dalam..

Tetapi ketika kamu sudah memutuskan untuk menahan hasrat besar mesum yang ada di dalam birahi dan mimpimu itu… berhati-hatilah… karena suatu saat, mungkin saja… jika hal itu sudah terlalu lama terpendam.. rasa mesum itu akan meledak dengan sendirinya…

 

related posts:

Buku Puisi Romantis


The Chronicles

Published: November 29, 2014 | Comments: Comments

%d bloggers like this: