Museum Keprihatinan Nasional

Museum Keprihatinan Nasional

Setiap orang punya rahasia
Baik rahasia pribadi maupun negara
Biasanya para cewek abege yang suka simpen rahasia terutama tentang cinta
Ketika ditanya eh siapa sih orang yang kamu suka
Seringkali cuman terucap rahasia di mulut kecil mereka sambil geleng-geleng kepala
Tunggu saja nanti kalau umurmu udah diatas tiga puluh lima
Ga perlu ditanya nanti juga malah nembak sendiri sekenanya

Rahasia tentu tak boleh sampai bocor
Apalagi itu adalah suatu perbuatan yang jelas-jelas kotor
Yang bisa dilakukan oleh setiap orang meski dia bergelar Doktor
Apalagi oleh para petinggi yang punya kekuasaan ala diktaktor
Tentu saja kalau rahasia tersebut ketahuan bisa-bisa nanti berbalik jadi teror
Kalau sudah begitu biasanya ada biaya yang harus disetor

Tokoh-tokoh yang penting tentu bakal jadi target utama yang diincar
Apalagi pembicaraan mereka bisa menyangkut kebijakan suatu negara yang besar
Tentu saja yang begitu banyak pihak-pihak yang ingin ikut mendengar
Dengan menyadap maka apa-apa yang dirahasiakan bisa dibongkar
Kasus korupsi, gratifikasi, kolusi semua bakal terekam yang nanti di pengadilan bakal diputar
Sampai kasus perselingkuhan pun bakal ikut terkuak lebar
Tapi yang ini biasanya ga bakalan tersentuh hukum, kecuali hukuman istri yang paling sibuk  gampar-gampar

Untungnya para pejabat yang disadap handphone-nya lumayan-lumayan
Mulai dari Nokia Eseries sampai Blackberry Bold yang waktu itu lagi ngetren di semua kalangan
Coba ada yang pake handphone Cina, kan bisa bikin pamor jadi turun pasaran
Atau handphone Nokia 5110 yang katanya sekarang biasa digunakan buat lempar anjing tetangga yang suka menggonggong berlebihan
Ataupun make handphone jadul Sagem yang sekarang mungkin malah bisa jadi koleksi museum Trowulan

Ini bukan sembarang penyadapan
Seperti menyadap tanaman karet yang menghasilkan getah lateks yang digunakan dalam berbagai macam bidang perindustrian
Bukan juga menyadap getah pinus yang bisa diolah menjadi gondorukem yang diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan
Bukan juga menyadap pohon damar yang bisa diambil resinnya, yang akhirnya setelah getahnya mengeras akan menjadi kopal sadapan
Bukan pula menyadap tumbuhan aren, yang bisa menghasilkan nira, yang bisa difermentasi menjadi tuak, semacam minuman beralkohol yang memabukkan
Sebenernya ga perlu repot disadap-sadap, cukup dikasi tuak mereka juga bakal ngomong seharian

BUkan hanya para pejabat tapi Kali ini yang jadi incaran adalah orang nomer satu di Indonesia
Disadap oleh Badan Intelejen negara tetangga yang terletak di bawah peta
Negeri sejuta kangguru yang disebut Australia
Yang mungkin mereka mau menemukan cara mengatasi populasi kangguru yang berlebihan dengan mulai menyadap kita
Secara populasi penduduk kita juga terus bertambah, terutama di daerah Ibukota
Sehingga fasilitas kesehatan jadi tak memadai, pemukiman padat penduduk terus bermunculan, dan  terbatasnya lapangan kerja
Sekolah-sekolah pun mulai ikut membeludak dan jalanan juga makin macet, tapi Pemerintah tetap  santai adanya
Mungkin rahasia santai itulah yang sedang lagi dicari oleh negara tetangga

Kok bisa masih tetep nyantai gitu padahal masalah sudah ada di depan mata
Tapi masalahnya, memang disini santai sudah jadi suatu budaya
Hidup harus dinikmati tanpa harus tergesa-gesa
Meeting jam satu lebih tiga puluh, baru datang sekitar jam tiga
Meskipun itu meeting yang menyangkut kepentingan negara
Apa metode kenikmatan hidup yang kaya gini ini ga bikin iri negara-negara adidaya

Mungkin juga mereka menyadap karena ada satu alasan tentang pembajakan sebuah hak cipta
Dimana katanya mereka bermaksud membajak lagu baru ciptaan sang penguasa
Secara orang nomer satu negeri ini selain seorang pemimpin juga sekaligus seorang penyanyi  ternama
Albumnya yang baru selalu laris manis di pasaran dan jadi rebutan para penggemarnya
Bersaing ketat dengan album Justin Beiber dan Christina Aguilera

Ketika ketahuan disadap pun bukannya segera menggelar konferensi pers dan melakukan protes keras dengan segera
Ataupun melakukan langkah diplomasi lain yang lebih tegas dan berwibawa
Eh rupanya malah disikapi secara diplomatis lewat akun twitternya
Tentu saja followernya sibuk nge-retweet tanpa perlu menunggu aba-aba
Sedangkan followernya yang baru langsung pada berdatangan, sambil kirim twit follback ya

 

related posts:

Buku Puisi Kontemporer


Puisi Kriminal
Puisi Politik

%d bloggers like this: