Mangkal di Persimpangan Neraka

Mangkal di Persimpangan Neraka

Biasanya terbuat dari daging ikan tenggiri
Dihaluskan dan kemudian dibumbui
Kemudian dibungkus daun pisang yang menawan hati
Dimana kedua ujungnya dirapatkan dengan menggunakan staples atau ditusuk dengan lidi
Lalu dipanggang di atas bara api
Inilah otak-otak yang menawan hati

Jangan terkecoh dengan namanya yang berhubungan dengan organ bagian kepala
Dan jangan anggap kalau sering makan ini akan bikin kamu pintar juga
Karena ini hanyalah sebuah nama
Yang ga ada sangkut pautnya dengan ilmu anatomi tubuh manusia
Ga ada juga nyambungnya ama vitamin, nutrisi, suplemen, dan sejenisnya
So kalau makan ini cukup di cocol sambal atau saus asam pedas, dan nikmati saja
Lalu jangan lupa siapkan uang untuk membayarnya

Dagang otak-otak gini penuh suka dan juga duka
Dagang siang hari tenunya sudah pasti kena panas tak terkira
Dagang malam hari udah dingin, harus saingan sama tukang nasi goreng, dan harus pinter nyari tempat rame yang banyak pembelinya
Dagang pagi hari harus saingan tukang nasi uduk, dan pelanggan juga sepi karena orang-orang lagi sibuk bekerja dan belanja
Dagang sore hari harus saingan ama tukang siomay, batagor, bakso sama tukang gorengan yang bertebaran dimana-mana
Akhirnya aku pilih dagang subuh supaya ga ada saingan, dan memang aku juga ada insomnia

Biasa aku mangkal di jalan Asia Afrika
Tempat adu balap liar yang didominasi anak-anak orang kaya
Baik anak-anak jenderal, pejabat, anggota dewan maupun anak-anak pengusaha
Tiap hari penuh mobil-mobil mewah dan modifikasi yang siap terjun ke arena
Serta jadi tempat orang nongkrong serta tempat pacaran anak-anak muda
Makanya jualan disini biar subuh, tapi daganganku laku keras dan laris manis, semanis penjualnya

Suatu hari ketika lagi asyik berjualan
Menjelang subuh yang masih penuh dengan bintang-bintang bertebaran
Ada beberapa pasang muda-mudi yang jadi pelanggan
Mereka menikmati otak-otakku dengan lahap, layaknya makanan restoran
Tiba-tiba lampu terang mendekati daganganku dengan cepat dari kejauhan
Rupanya itu sorot lampu mobil dari pembalap dadakan
Yang melaju dengan penuh kecepatan
Segera saja aku menyingkir dengan sigap penuh ketakutan
Sesaat kemudian mobil tadi menyeruduk konsumenku yang tengah menikmati hidangan
Tentu saja tempat berdagangku langsung jadi berantakan
Penuh dengan aroma kematian

Sepasang konsumenku tewas bersimbah darah
Ditabrak pengemudi mobil yang kehilangan arah
Katanya dia melihat ada orang menyeberang tiba-tiba dan dia mencoba menghindari sesuatu itu yang berkelebat cepat seperti panah
Mengesampingkan dia yang memang ngebut penuh amarah
Rupanya hal tersebut malah berakibat fatal dan sangat parah
Dua nyawa segera lepas dari badan yang seharusnya masih betah

Bertambah lagi nyawa yang lepas di jalan ini
Memang jalan ini sudah terkenal penuh misteri
Sudah seringkali menelan korban karena balap liar yang penuh ambisi
Meski kecelakaan sudah sangat sering terjadi
Tapi rupanya anak-anak ini tak pernah kapok dan sadar diri
Mungkin memang nyawa anak-anak ini akan jadi tumbal berikutnya di suatu hari
Memuaskan dahaga para penunggu yang sabar menanti

Kalau kamu lewat jalan sini sendiri
Di malam hari yang sepi
Dimana akan kau cium bau bunga yang wangi
Jangan meleng, melamun, dan tetap konsentrasi
Apalagi kamu dalam keadaan mabok, dan sampai ngebut disini
Para penunggu sudah siap mencabut nyawamu yang tidak kamu sayangi
Membawa jiwamu jauh pergi
Meninggalkan jasadmu yang sudah bukan milikmu lagi

 

related posts:

Puisi Misteri


Puisi Kuliner
Puisi Kriminal

%d bloggers like this: