Tag Archives: puisi ritual

Metode Pesugihan Jenderal Langit

Metode Pesugihan Jenderal Langit

Kelasku lebih tinggi daripada copet
Dimana disini aku masih harus mempelajari ritual secara komplet
Salah sedikit, nyawaku bisa konslet
Inilah resiko jadi babi ngepet

Bukan sembarang babi, bukan sembarang bagong
Ini bukan tentang ham atau juga lap cheong
Bukan juga saksang ataupun go hiong
Bukan sekba, kekian atau nasi chasiu dari Guangdong
Bukan juga kisah siluman babi dalam cerita Sun Go Kong

Ini tentang babi jadi-jadian
Jadi ga jadi namaku juga tetap siluman
Soalnya mau di bilang hantu juga bukan
Meski kalau kepergok manusia dibilang penampakan
Seharusnya model gini kalau terlihat manusia bilangnya perampokan
Secara kalau aku nongol pasti ada pencurian
Kelakuankulah yang memang mirip setan

Semua kulakukan karena kepepet
Si istri sakit butuh biaya perawatan dan obat- baik pil maupun tablet
Mana sudah tak ada uang tersisa lagi di dompet
Secara hasil yang kudapat sangat pas-pasan dari narik mikrolet
Sanak saudara dan para tetangga sudah tak bisa lagi dipinjemin uang, karena mereka juga hidup mepet
Coba cari kesempatan di dunia judi tetapi selalu gagal, mulai dari mickey mouse sampai main rolet
Ribuan doa yang kupanjatkan untuk kesembuhan hanya berhembus menghilang tanpa mencapai target
Mau pinjem rentenir tapi kok di usir, apa tengkulaknya perlu aku santet
Mau pinjem Bank tapi ditolak terus, apa tellernya perlu sekalian aku pelet
Mau pinjem mertua, tapi sama-sama miskinnya, kampret!

Makanya cari pesugihan begini jadi jalan keluar yang handal
Meski ini ga bisa dibilang halal
karena hati juga sudah tak bisa lagi tawakal
Sudah saatnya aku berjalan keluar kapal
Sebab tak ada lagi iman yang tersisa dan kuyakin tak ada satupun sesal
Keadaan sudah susah, utang menumpuk, belum harus untuk makan sehari-hari, katakanlah aku sudah kehabisan akal
Lagian keinginan terpendam untuk cepat kaya juga sudah tak bisa ditangkal
Hanya ada dua jawaban dari pesugihan ini, bisa sukses ataupun gagal
Kalau metode ini berhasil aku kaya raya, kalau tidak berhasil, aku mati karena sial
Kalau ternyata masih hidup terpaksa aku jual alat vital
Ataupun dandan menor, pake rambut palsu, kutekan, bawa kecek-kecek dan berakhir mangkal

Metode pesugihan ini butuh tumbal
Biasa dari anggota keluarga yang paling disayangi dan dikenal
Bisa orangtua, adik, kakak, kakek, nenek maupun anak istri, sungguh pilihan yang bikin mual
Tentunya ga mudah memilih siapa yang layak jadi korban ritual
Setelah dipikir-pikir, aku pilih Ayahku, karena dia juga udah lama sakit parah, jantungnya bocor ga bisa ditambal
Daripada dia menjalani hidup ga tentram dan juga ga dipanggil-panggil aka hayuk meninggal
Mending kujadikan pemenuh syarat sang paranormal
Sebelum dia keburu mati anfal

Sang istri bertanggungjawab menjaga lilin di rumah
Sedangkan aku bertugas mencari uang di perumahan elit dalam kondisi badanku sudah berubah
Tentunya berubah jadi babi ngepet, setelah ritual dan badanku ditutupi jubah
Tinggal kugesek-gesekan tubuhku di pintu lemari atau di tembok korban tanpa kenal lelah
Maka gak nunggu lama uang si korban akan segera pindah
Soal gesek-menggesek, sudah biasa aku lakukan di bis-bis yang ramai orang kantoran dan anak sekolah
Meski kadang ketangkep dan didakwa pelecehan, tapi cuman beberapa bulan di penjara habis itu udah
Jadi pas jadi ngepet gini, sudah sangat terlatih dan malah makin bergairah

Orang yang memergokiku suka berteriak celeng
Akupun terbirit-birit lari kaya banci kaleng
Meski kadang sekilas berasa kaya Jenderal Tian Feng

Aku memang bukan Cupatkai
Secara sama-sama berbentuk piggy tapi lain profesi
Dia jenderal, aku cuman cari pesugihan diri
Tapi mungkin kami sama-sama bershio babi

Dari dulu manusia selalu gelap mata akan kuasa uang yang menyihir
Terperangkap akan kemilau permata yang mengaburkan diri, entah itu ruby ataupun safir
Silau akan gemerlap berlian yang menyilaukan hati sampai terpelintir
Begitu juga dengan cinta yang memabukkan sampai apapun akan dilakukan tanpa perlu dipikir
Sejak dulu beginilah cinta memang deritanya tiada akhir

[this poetry is being included in “Jakarta Mystic Poetry” book] Coming Soon !!!

related posts:

Buku Puisi Mistis


Puisi Misteri
Puisi Kriminal
Puisi Kuliner

Published: March 30, 2014 | Comments: Comments

%d bloggers like this: