Mustika Bertuah Koloni Penunggu Sumur

Mustika Bertuah Koloni Penunggu Sumur

Kesehatan tentu jadi hal yang penting bagi setiap individu di dunia
Prioritasnya selalu berada di urutan yang paling pertama
Apapun akan dilakukan asalkan bisa sehat kembali seperti semula
Mau pakai cara pengobatan barat yang modern, canggih dan sudah terpercaya sejak dahulu kala
Atau pengobatan timur yang mengandalkan ramuan-ramuan kuno yang ga kalah mujarab dan tetap mempesona
Ataupun sebagai alternatif bisa memilih pake pengobatan magis ala Indonesia

Meski negeri ini sudah lama merdeka
Namun masyarakatnya masih percaya mitos, klenik, hal-hal berbau gaib dan sejenisnya
Jadi jangan kaget kalo disini posisi dukun ama dokter itu levelnya setara
Meski kalo dokter harus kuliah tahunan yang tentunya menghabiskan banyak biaya
Sedang dukun cuman modal kemenyan, tampang mistis, rambut gondrong, serta ludah yang banyak sebagai amunisi ritual doa

Selain dukun masih banyak hal gaib lainnya yang dipakai masyarakat sebagai media penyembuh dan pengobatan penyakit mereka
Mulai dari kuburan, hutan angker, tempat mistis, petilasan, gunung-gunung, dan juga goa-goa
Serta banyak juga barang dan benda yang dianggap ajaib yang mampu memberikan kesembuhan dan menolak bala
Mulai dari keris, jenglot, besi kuning, pring pethuk, akar mimang, taring macan, batu akik, sampai batu mulia
Dan segala macam batu-batu mustika serta berbagai jenis benda-benda pusaka
Tapi tentu saja surat warisan, surat wasiat, dan surat perjanjian jual-beli tanah peninggalan mertua tidak termasuk didalamnya

Jadi ketika ada wabah penyakit melanda
Bukan rumah sakit, puskesmas, posyandu, dan klinik-klinik kesehatan lain yang ramai pasiennya
Tapi masyarakat malah berduyun-duyun ke suatu tempat misterius yang lagi hangat-hangatnya dibicarakan dan tengah menjadi fenomena
Tempat pengobatan alternatif yang berbau mistis dan magis memang selalu menjadi primadona
Masalah syirik atau tidak itu jadi urusan kedua
Yang penting sembuh, biaya murah, mudah, mewabah dan ga pake ribet daftar, antri dan tebus resep segala
Meski mereka sebenarnya punya kartu jakarta sehat, kartu jamkesmas, ataupun kartu jamkesda
Apa masyarakat sudah lelah dianaktirikan oleh pihak rumah sakit yang suka memperlambat, menyusahkan, bahkan mengusir para pengguna
Perawatan yang didapatkan pun sangat jauh berbeda dengan pasien yang pakai kartu kredit ataupun pemakai kartu debit bank-bank ternama

Sehingga ketika ada suatu tempat yang bisa menawarkan kesembuhan cepat dengan mudah tanpa pakai syarat-syarat serta uang muka
Masyarakat langsung berbondong-bondong datang dengan segera tanpa mempedulikan faktor keamanan dan keselamatan jiwa
Seperti fenomena yang terjadi di Jakarta Barat, di daerah Cengkarang, yang bernama Rawa Buaya
Masyarakat disana menjalani pengobatan alternatif dengan menggunakan rel kereta
Bukan ada dukun buka klinik di atas rel, tapi ini metode terapi listrik diatas rel yang nampaknya cukup berbahaya
Awal pertama denger metode penyembuhan ini memang antara setengah percaya tidak percaya
Tapi ketika kamu melihat sendiri dengan mata dan kepala
Dimana di sepanjang rel KA sudah penuh dengan warga
Berbaring santai di atas rel sambil menggosok-gosokkan badannya
Mengharapkan kesembuhan badan dari listrik mengalir yang masih tersisa
Yang tadinya hampir ga percaya sekarang jadi langsung shocking soda

Ironis memang ketika melihat sendiri fenomena penyembuhan aneh campur uji nyali bertaruh nyawa
Secara terapi listrik ini tentu saja bisa menganggu kesehatan jantung dalam jangka waktu cepat atau lama
Dimana pengobatan model gini tak memiliki dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan sumbernya
Ibarat di rumah sakit mau pakai defibrilator atau alat kejut jantung dalam ICU pun ada prosedurnya
Apa memang masyarakat disini sudah tahu resiko terapi listrik tersebut, antara sembuh total atau mending sekalian mati saja

Lalu ada lagi fenomena pohon beringin menangis di daerah Tamansari
Yang menurut kesaksian warga pohon itu sering merintih seperti orang menangis apabila di malam hari
Entah pohonnya sendiri yang memang nangis atau suara tangisan itu berasal dari tangisan mbak kunti
Terus anehnya lagi pohon itu selalu mengeluarkan tetesan air yang tentu saja langsung jadi bahan hangat gosip dan top diskusi
Yang tak lama kemudian tersebar info bahwa air tetesan pohon itu katanya sangat berkhasiat untuk mengobati
Tentu saja masyarakat segera datang berduyun-duyun sambil nenteng botol dan jerigen lalu sibuk pasang posisi mengantri
Secara desas-desus tambahan mengatakan bahwa segala macam penyakit, insya Allah bakal tersembuhkan disini
Tapi yang pasti bukan mengobati penyakit musyrik, kebodohan dan kemiskinan masyarakat negeri ini

Setelah itu ada lagi metode penyembuhan air merah di daerah Lenteng Agung, kecamatan Jagakarsa
Dimana dari air sumur salah seorang warga muncul air merah seperti soft drink secara tiba-tiba
Tentu saja munculnya tidak direncanakan ataupun dimanipulasi sendiri oleh sang empunya
Ga ada yang namanya kegiatan nyampur-nyampur ramuan di sumur, atau sengaja menuang sendiri puluhan botol fanta
Ga ada juga perjanjian kontrak kerjasama yang resmi dengan pihak perusahaan coca cola
Dan ga ada sama sekali kong kalikong ama sadako ataupun hantu penunggu sumur misteri yang lainnya

Sontak saja para warga langsung berbondong-bondong mengantre sambil bawa botol buat menampung air yang katanya punya khasiat ganda
Bisa menyembuhkan segala macam penyakit dan juga rasanya sangat seger, cocok sebagai pelepas dahaga
Lagian air merah itu ga perlu pake repot-repot dimasak dulu, sehingga para warga bisa langsung glek meminumnya
Entah memang ajaib ataupun cuman sugesti sesaat bahwa air merah tersebut katanya bisa menyembuhkan penyakit yang diderita
Padahal pendapat para ahli mengatakan bahwa mungkin warna merah air itu akibat kontaminasi limbah, karena kawasan tersebut banyak industri rumah tangga
Ataupun ada kebocoran karena korosi di dalam tanah dan mencemari air sumur karena di situ juga ada ditanam tangki-tangki bahan kimia
Apa mungkin air merah lenteng agung ini memang temuan teknologi obat baru yang bisa diaplikasikan ke seluruh umat manusia
Ataukah warga sana yang memang punya DNA gen khusus ala mutant yang bisa menyembuhkan diri sendiri sebagai kelebihan utama
Dimana gen mutant-nya baru bereaksi setelah bercampur dengan air sakti warna merah delima
Sehingga meski konon kata para ahli itu air beracun tapi warga malah merasakan segar dan ga ada efek keracunan apa-apa
Semoga saja jangan sampai beberapa tahun ke depan para warga disitu berubah jadi koloni zombie yang menggila

 

related posts:

Buku Puisi Galau


Puisi Fenomena
Puisi Kebudayaan
Puisi Misteri

%d bloggers like this: