Memento Mori Dunia Kegelapan

Memento Mori Dunia Kegelapan

Memang manis, tapi bukan gula-gula
Bukan sebuah madu,gula aren, gula jagung, ataupun sirup maltosa
Bukan buah jeruk, apel, pepaya, semangka, melon ataupun buah kurma
Bukan sakarin, siklamat, aspartam,sorbitol, ataupun Sukralosa
Bukan manisan kedondong, salak, jambu bangkok, ataupun manisan mangga
Bukan juga penyakit diabetes yang kini lagi ngetrend menyerang anak muda
Ataupun mbak-mbak SPG mobil yang suka bikin jantung om-om jedag-jedug tak sesuai irama

Manisnya ini memang berasal dari Sang Pencipta
Berambut panjang, berparas cantik, dan berwujud seperti manusia
Untuk jenis kelamin tentu saja masuk dalam kategori wanita
Tapi ini bukan sembarang sosok perempuan biasa
Kalau yang terlintas di pikiranmu adalah Kartini, sebaiknya kamu buang itu dengan segera
Soalnya ini bukan si dia
Ini aku, Si Manis Jembatan Ancol yang melegenda

Aku penghuni jembatan Ancol yang penuh misteri
Secara kalo gentayangan-nya di jembatan Semanggi tentu namaku ga akan jadi begini
Bukan maksudku memilih jembatan Ancol sebagai tempat untuk mati
Tapi mayatku dibuang oleh orang di sini
Kisahku bermula di awal abad kesembilan belas, sebuah kisah sedih menyayat hati
Dulu aku melawan ketika hendak dijadikan istri kesekian oleh juragan yang hobi poligami
Aku pun mengambil langkah seribu karena ogah dijadikan barang koleksi
Dikejar centeng-centeng-nya yang sebenarnya ganteng-ganteng dan ototnya lumayan berisi
Tapi apa daya ternyata nyawaku berakhir di tangan si centeng yang kutaksir tadi

Hujan deras mengguyur jenazahku yang terbujur kaku
Darahku ikut mengalir bersama air hujan yang turun terburu-buru
Membasahi wajah cantikku yang pucat dan penuh luka goresan pisau
Kesedihan mendalam yang tak akan pernah kulupakan sepanjang masa kematianku
Balas dendam tentu jadi satu agenda pasti untukku sembari buat mengisi waktu
Secara sudah jadi setan begini, ga ngerti juga aye mau ngapain lagi tu

Centeng-centeng ganteng pembunuh itu sudah kuhabisi
Sesuai jadwal yang sudah kususun rapi di dalam diari
Sang juragan tukang kawin akhirnya juga kubunuh setelah sebelumnya habis kutakut-takuti
Bingung aye ama cowok, dulu waktu aku masih hidup, ngejer-ngejer sampai frustasi
Giliran didatengin setelah ragaku pisah sama bodi
Eh doski malah ngacir dan sibuk lari
Memang bener kata nenekku kalau kaum lelaki emang susah dimengerti

Setelah balas dendamku tuntas
Bukan berarti aku sudah bebas tugas
Aku masih terus mencari laki-laki hidung belang yang suka cari istri baru buat pemuas
Membalaskan dendam para wanita yang jadi korban seks bebas
Ketika aku udah marah, jangankan meneror para pelaku, jalan raya pun bisa kubuat amblas
Tapi jangan sampai kamu samakan aku ama Wonder Woman, Storm, Batgirl, Mystique, Elektra, Lara Croft, atau Xena mas
Loe pikir aye jebolan filem-filem hollywood yang selalu laku keras

Selain itu aku juga suka menggoda pria baik-baik yang ada di sekitaran
Baik yang sengaja lewat sini maupun mereka yang lagi sial karena aku lagi butuh teman
Mulai dari tukang ojek, tukang perahu, penjual rokok, sampai pelukis yang nongkrong di daerah sini cari penghasilan
Tentu saja setelah beberapa kali ngerjain mereka, namaku langsung mencuat ke permukaan
Aku jadi gunjingan warga, yang mulai resah akan sebuah mitos mistis dan legenda urban
Yang tentu saja segera mengundang insting jeli para sineas film yang ga bisa diam ngeliat setan baru di sebuah kawasan

Kini aku bergentayangan bukan hanya di Ancol saja
Tetapi aku selalu berkeliling di daerah dekat-dekat Ancol dan sekitarnya
Sunter, Mangga Dua, Glodok, Jembatan Tiga, Bandengan, Pluit, Kelapa Gading Sampai Pegangsaan Dua
Tentunya kamu-kamu pada bingung dan bertanya-tanya
Kenapa aku hanya menghantui wilayah Jakarta Utara
Namanya juga aku baru belajar coba-coba naik TransJakarta

Untuk kamu para lelaki begundal yang suka mainin perempuan
Mulai sekarang berhati-hatilah, karena kalian akan segera menerima sebuah pembalasan
Meski balas dendam kaya gini bukan sebuah bentuk emansipasi yang dilegalkan
Tapi toh aku juga bukan tokoh superhero pembela kebenaran
Ingatlah untuk jaga burungmu baik-baik di dalam sangkar agar ga hobi hinggap sembarangan

Dan untuk kamu-kamu laki-laki laknat yang tinggal di luar daerah Jakarta bagian utara, maupun di luar kecamatan Pademangan
Baik di Jakarta Barat, Bekasi, Tangerang, Serpong, Banten, Karawang maupun Jakarta Selatan
Jangan kamu santai-santai, merasa woles dan sok aman
Karena gue bisa kesana naik ojek, taksi, krl atau angkutan
Awas kalian, setan !!

 

related posts:

Puisi Misteri


Puisi Kriminal
Puisi Sejarah

%d bloggers like this: