Mobile Banking Roda Tiga

Mobile Banking Roda Tiga

Angin semilir menerpa wajahku
Mengantarkan penumpang yang terkantuk-kantuk ke arah yang dituju
Merayap perlahan menghabiskan sejumlah waktu
Naik becak memang santai meski kadang memang terlalu
Disini ketiduran sudah jadi hal yang tak lagi tabu

Aku seorang tukang becak
Mengandalkan kaki yang sekuat badak
Mampu membawa dirimu ke tempat yang kamu mau tanpa ada kata istirahat sejenak
Selama masih rasional dan kamu bayar serta ga pake nunggak
Soal biaya itu tergantung nego dan juga jarak
Ada juga yang waktu itu sewa sampai ke luar kota, tentu saja yang itu bikin kakiku sampai bengkak

Waktu mendengar becak dilarang beroperasi di Jakarta
Mataku langsung berkaca-kaca
Hatiku sedih tak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Meski begitu aku tetap berangkat kerja
Tentu saja narik becak ga bisa lagi bebas seperti biasa
Ini aku kerja pake model gerilya
Alias kucing-kucingan dengan para penjaga

Aku ga mengerti mengapa becak dilarang, padahal ini moda angkutan yang bebas polusi udara
Ga juga menyebabkan kebisingan karena ini ga pake motor sebagai tenaga
Nah dari situlah katanya aturan ini tercipta
Jalannya yang lambat bikin tambah macet jalanan ibukota
Apalagi tukang becak-tukang becak yang udah uzur dan sudah tua
Eh belum tau kamu kecepatan kita kalau lagi dikejar petugas saat razia

Biasa nongkrong di sekolahan
Pas jam anak pulang sekolah yang penuh hiruk pikuk dan keramaian
Kadang juga nongkrong di pasar yang seringkali becek meski ga hujan
Nunggu ibu-ibu yang belanja kebutuhan harian
Yang kalo namanya ibu-ibu udah belanja, barang-barangnya memang banyak ga karuan
Kalau udah gitu biasanya aku minta biaya tambahan
Di suatu hari kalau kamu liat becakku nongkrong di atas jembatan
Dan akunya ga ada di atas becak, jangan dicari dan coba-coba kamu ketemukan
Soalnya aku lagi ada di bawah, lagi konsentrasi dapat panggilan

Sekarang di daerah becak banyak dimanfaatkan untuk moda transportasi wisata buat para wisatawan
Ada yang sewa untuk acara mantenan
Ada juga yang sewa becak untuk pawai sunatan
Kalau disini paling banter aku disewa untuk angkut korban kecelakaan
Dimana korban biasanya berdarah-darah dan dalam kondisi pingsan
Ketika sampai di rumah sakit terdekat, aku baru sadar siapa yang bakal bayar jasa becakku plus biaya kebersihan
Yang mana kini becakku penuh darah berserakan
Membersihkan darah tentunya butuh waktu, belum ditambah bau anyir darah yang sangat susah dihilangkan
Mana uangku sudah habis buat bayar kontrakan
Alamat hari ini aku puasa ga bisa makan

Akupun lelah main kucing-kucingan di Jakarta dengan para petugas yang galak dan berbahaya
Beberapa kali aku ketangkap dan harus bayar denda
Pernah suatu kali aku ngotot ga bayar dan sebagai hadiahnya aku pun kena pukul tepat di muka
Akhirnya aku pindah ke daerah Jawa setelah mendengar kesempatan yang lebih luas dan terbuka
Siapa tau disana aku nanti bisa jadi salah satu ikon pariwisata

Kalau becak memang mau dijadikan sebagai alat penunjang pengembangan pariwisata kota
Tolong kami diajari bahasa asing sebagai sarana komunikasi dengan turis mancanegara
Agar kami bisa sekaligus jadi pemandu wisata
Tentunya tempat tujuan yang diinginkan oleh para turis pun jadi lebih jelas keberadaannya
Sehingga para turis pun puas dan tak kecewa
Dan tentu saja juga agar proses tawar menawar bisa jadi jauh lebih prima
Kalau untuk turis luar negeri yang berasal dari Cina
Kita goceng, ceban, gocap, cepek sih masih bisa

Untuk biaya kamu harus bayar kontan
Secara aku ga terima segala jenis model hutang, bayar besok atau lusa aja sekalian
Jangan juga kamu bayar pake gaya transfer pulsa handphone yang suka dipotong provider tanpa pemberitahuan
Kamu pikir aku Mama minta pulsa yang suka minta-minta tanpa kejelasan
Jangan juga kamu nekat bayar pake kartu kredit yang sangat penuh biaya siluman
Kamu pikir aku mbecak sambil bawa mesin EDC sama colokan
Jangan juga kamu mau pake acara gaya transfer-transferan mobile banking, e-banking atau lewat ATM-ATM perbankan
Lha boro-boro punya rekening, orang biasanya punya duit paling juga recehan
Udah gitu aku selalu rutin taruh di celengan

 

related posts:

Puisi Profesi


Puisi Kebudayaan

%d bloggers like this: