Mobil Kamikaze Pengunjung Pasar

Mobil Kamikaze Pengunjung Pasar

Berasal dari negara Jepang
Bentuknya mini yang sangat cocok untuk kamuflase di jaman perang
Beroda tiga dengan kecepatan sedang
Tempatnya sempit dan tak begitu lapang
Tapi bisa memuat tujuh penumpang
Itu belum termasuk sopir yang bermuka garang

Belum kalau ada ibu-ibu yang suka bawa banyak barang
Yang abis belanja dari pasar bawa banyak barang segudang
Tentunya tempat yang tersedia makin berkurang
Hanya bisa mengeluh serta mengumpat-umpat di hati, ketika beberapa kali kena tendang
Ini memang sudah resiko naik bemo yang memang suka bikin perasaan gak tenang

Betenya lagi kalau ada si mbok-mbok yang bawa dagangan
Aromanya amis karena si mbok ini jualan ikan
Hanya bisa berdoa agar hidung ini bisa bertahan
Dan berharap bemo ini semoga cepat sampai tujuan
Kalau saja diijinin boleh naik di atap sebagai suatu pilihan
Aku bakal segera nempel di atas bemo kayak Spiderman

Mobil ini di negara asalnya memang bukan untuk angkutan orang
Tapi entah kenapa begitu sampai di Indonesia diberi tempat duduk di bagian belakang
Sehingga yang tadinya cuman untuk angkutan barang bisa jadi sarana tambahan mencari uang
Namanya orang disini, semuanya pada kreatif bin banyak ide cemerlang
Coba saja kalau model mobil Limousine ala limo one punya presiden Amerika yang bentuknya panjang
Dihibahkan gratis kesini, pasti dalam waktu singkat bakal sudah punya trayek Jakarta-Tangerang

Bentuknya yang kecil bisa menjangkau jalan-jalan yang sempit
Harga yang bersahabat dan bikin kantong irit
Tentu saja membuat bemo langsung jadi favorit
Iya populer di kalangan ekonomi menengah ke bawah dan juga ekonomi sulit
Kalau kamu punya banyak duit
Pasti kamu pilih naik taksi yang tarifnya selangit
Sedang buat kita-kita yang penghasilannya ngepas, bemo tetap jadi andalan dalam mengarungi hidup yang melilit

Paling enak duduk di pinggir
Secara di bangku depan biasanya udah terisi penumpang yang beruntung dengan posisi mulut selalu nyengir
Aku menatap indahnya jalanan Jakarta dari dalam bemo yang makin lama makin tersingkir
Entah sampai kapan bemo bisa bertahan melawan takdir
Secara wacana pencabutan ijin operasi bemo di DKI tinggal menunggu legalisir
Para sopir bemo hanya bisa berharap pena sang penguasa bisa tergelincir
Sembari menikmati padatnya jalanan ibukota sebelum semuanya berakhir

Naik bemo juga ada manfaat serta keuntungan
Meski tempatnya sempit sehingga kita sampai harus beradu lutut dengan penumpang yang di depan
Tapi kalau lutut sudah menempel dengan orang yang cantik dan rupawan
Tentu cerita selanjutnya sudah pasti berujung dalam perjodohan
Yang bisa saja berakhir dalam mahligai perkawinan
Tapi ingat buat cowok yang sudah beristri jangan sampai poligami apalagi punya istri simpanan

Ketemu jodoh di dalam bemo tentu bakal menimbulkan sebuah kenangan manis
Memori indah pertemuan dua pasang insan yang berlainan jenis
Apalagi ditambah dengan hujan yang turun gerimis
Cerita tentang cinta dua insan manusia akan lebih cepat tertulis
Asal jangan sampai lupa kenalan dan minta nomer hapen untuk meneruskan takdir yang telah tergaris
Pokoknya selamat bro, selamat sis!

 

related posts:

Puisi Transportasi


Puisi Profesi

%d bloggers like this: