Mengamortisasi Usaha Tanpa Pajak

Mengamortisasi Usaha Tanpa Pajak

Hujan turun rintik-rintik membasahi teras
Aku terus berdoa. makin lama makin keras
Hujan kemudian turun dengan deras
Doaku pun makin beringas
Hujan ga berhenti udah hampir tiga hari pas
Wajahku menyeringai puas

Segera aku berlari tanpa jejak
Ke sebuah kawasan elit penuh orang kaya dan katanya juga bijak
Dimana disana berbanding terbalik dengan kawasan kumuh rumahku yang penuh sesak
Tentu saja aku kesana sambil membawa sebuah gerobak
Yang bakal segera mendatangkan penghasilan untukku tanpa dikurangin pajak

Banjir datang melanda
Aku sang tukang ojek gerobak segera datang di tempat bencana
Membawa sebuah pengharapan dan pertolongan pertama
Tapi ingat naik ini gak gratis aka kamu harus bayar jasa
Kalau mau naik gak bayar kamu cari aja perahu karet milik tentara
Secara aku kesini kan memang bertujuan cari uang semata
Mencari penghasilan dari sebuah malapetaka
Jadi ga bakal ada yang namanya naik gratis dan cincai saja
Meski kamu bilang kita semua bersaudara

Sebelum kamu naik kita bakal nego
Secara gerobakku ga pake yang namanya argo
Kamu boleh tawar asal jangan nawar kaya orang bego
Ini kawasan orang kaya, yang banyak bersliweran lamborghini gallardo
Makanya aku minta tarif jumbo
Kecuali anakmu cantik dan kita memang berjodoh, meski aku sudah tak lagi jomblo

Kalau kamu ga cocok dengan harga yang aku beri
Silahkan pakai gerobak lain yang lebih murah kalau kamu bisa cari
Tarif yang aku kasih sudah merupakan standar disini
Kamu bisa cek dengan gerobak sebelah yang mungkin malah bisa lebih mahal lagi
Karena disini aku sudah memperhitungkan faktor laba dan rugi
Tentunya dengan memperhatikan biaya depresiasi

Kayu gerobak bisa lapuk, dan besinya bisa karatan
Oleh karena itu aku harus mengalokasikan sebuah biaya penyusutan
Karena ini nanti bisa mempengaruhi laporan keuangan
Setidaknya aku tidak mau kena semprot dari manajemen perusahaan
Ketika membuat laporan, hasilnya kurang dari target penjualan
Secara gerobak ini aku sewa dari mertua yang biasanya buat ngumpulin barang bekas dan juga koran
Sedangkan istri jadi bagian pemasaran
Lalu kalau lagi ga ngojek gerobak, aku bekerja sebagai bagian umum aka general affair yang penuh tantangan
Mulai dari bersih-bersih, angkat-angkat, sampai disuruh-suruh beli makanan

Tentu saja aku ga mau kena amortisasi
Nama baik di depan mertua sudah jadi harga mati
Ditarget pulang bawa uang sekian, tentunya harus dituruti
Belum lagi kalau harus menghadapi amarah sang istri
Kalau pulang cuman bawa uang sedikit, kebanyakan malah diomeli terus juga dicurigai
Pasti aku disangka sebelum pulang mampir dulu di tempat prostitusi

Semua bisa aku angkut dan kubawa pergi
Mulai dari manusia, motor, sampai segala jenis binatang, baik anjing, kuda maupun sapi
Asalkan muat di dalam gerobak, dan tarif yang kuberikan juga telah disepakati
Barang-barang yang dibawa penumpang juga kadang aneh-aneh dan sulit kumengerti
Ada yang bawa boneka beruang, boneka seks tiup, dildo sampai butt plug yang bikin ngeri

Ototku yang besar dan kekar membuatku mirip atlet binaraga dan angkat besi
Makanya kalau kamu naik gerobakku, tempat yang dituju akan lebih cepat tercapai tanpa basa basi
Sehingga waktumu tak terbuang sia-sia di jalanan yang penuh air kotor yang banyak sumber penyakit dan bakteri
Ingat, air yang kotor bisa membuat kamu masuk rumah sakit, yang tentu bakal menghabiskan biaya yang tinggi
Oleh karena itu tarifku jarang ada diskon, meski itu lagi moment-moment liburan anak sekolah, ataupun liburan resmi

Mungkin ada penarik ojek gerobak yang bisa kasi murah dari harga pasaran terkini
Tapi ingat, ada barang ada kondisi
Gerobak yang aku pakai juga kokoh, bersih, dan wangi
Memang bukan wangi parfum seperti di kebanyakan di dalam mobil esyuvi
Secara ini wanginya berasal dari bekas kemenyan buat manggil hujan tadi pagi

 

related posts:

Puisi Profesi


Puisi Bahasa

%d bloggers like this: