Melacak Kereta Arwah Manggarai

Melacak Kereta Arwah Manggarai

Di sebuah stasiun yang tak biasa
Terdapat areal yang lebih luas dari kebanyakan stasiun lain di Jakarta
Tempat ini untuk meletakkan gerbong-gerbong dan lokomotif kereta
Tentu saja gerbong yang telah rusak akibat kecelakaan yang konon merenggut banyak korban jiwa
Dari sinilah segala cerita misteri itu bermula
Kereta hantu manggarai yang melegenda

Ilalang tumbuh di sekitar onggokan kereta-kereta yang sudah tak layak pakai aka sudah tak berguna
Karat memenuhi setiap badan kereta yang sudah tak karuan lagi bentuknya
Aroma mistis bertebaran dimana-mana
Arwah-arwah penasaran korban penumpang kecelakaan kereta berkeliaran penuh duka
Penampakan-penampakan pun sudah jadi rutinitas sehari-hari buat para pekerja di stasiun manggarai dan para pengguna
Ada penampakan anak-anak kecil yang berlarian, wanita yang berjalan-jalan sendirian, dan berbagai macam hantu kasatmata
Sampai suatu saat ada kereta api yang berjalan sendiri tanpa ada masinisnya
Wah ini sih bakal jadi terobosan baru dalam perkereta-apian kita!

Kereta berjalan sendiri dari Bogor menuju Jakarta Kota
Berhenti di stasiun manggarai tanpa ada seorang pun di dalamnya
Tentu terlepas dari faktor kesalahan manusia
dan terlepas dari perbedaan ketinggian di tambah gaya dorong di dalam ilmu fisika
Ini pasti ada apa-apa
Jangan kamu coba-coba bayangkan seperti kisah Thomas si kereta api dalam Thomas & Friends dimana doski bahkan punya mulut dan kepala

Terlepas juga dari seri komputer animasi Chuggington yang penuh canda tawa
Disini memang banyak penghuninya
Entah kamu percaya tidak percaya
Adanya makhluk-makhluk astral di stasiun Manggarai sudah lama jadi bahan perbincangan warga
Tentunya disamping bahan gosip-gosip selebriti terkini yang tersusun rapi dalam sebuah acara infotainment yang penuh bara

Malam itu aku duduk di sebuah peron di malam hari
Menunggu datangnya kereta terakhir di stasiun manggarai yang sepi
Tak biasanya aku terlambat mengejar kereta seperti ini
Info terakhir dari penjual tiket, masih ada kereta terakhir sebentar lagi
Memang tak lama kemudian kereta datang, dan langsung membawaku pergi
Pergi diiringi aura misteri

Kereta cukup ramai, penuh ibu-ibu yang membawa anak-anak
Meski rame, tapi suasana sangat sepi, dimana satu gerbong tak ada satupun yang berbicara, atau juga bergerak
Kuperhatikan wajah ibu-ibu yang hampir semuanya pucat pasi, dengan anak-anak mereka yang menatap lantai dengan pandangan mata menyalak
Darimana gerangan rombongan ibu-ibu ini yang membawa anak kecil di malam hari, pikiranku menerawang sejenak
Rasa-rasanya diantara mereka ada beberapa yang kukenal yang langsung disambut dengan udara dingin tiba-tiba yang membuatku sesak
Ibu dan seorang anak yang duduk diseberangku memang kukenal, seluruh gigiku mulai bergemeretak
Dan jantungku rasanya hampir berhenti berdetak
Itu bekas tetanggaku yang mati kecelakaan setahun yang lalu, aku langsung berteriak-teriak
Yang tentunya teriakanku hanya ditelan angin kencang dan laju kereta yang bergejolak
Tidaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkk

Sadar-sadar aku sudah ada di pangkuan ibu-ibu tetanggaku yang udah mati setahun yang lalu itu, yang kemudian bertanya pelan, ada apa nak?
Kamu sudah mati, kamu sudah mati, kamu sudah mati, teriakku sambil berusaha memberontak
Dan usahaku berhasil, dimana aku segera jatuh berserak
Nak, mungkin maksudmu, itu dulu yang meninggal adik kembaranku dan anaknya yang memang mati ketabrak
Emangnya kamu datang melayat gak?
Setelah kecelakaan itu, memang kami sekeluarga segera pindah ke Cisalak
Wajahku langsung memerah, dalam posisi berancang-ancang lari, teringat kembali uang sumbangannya saat itu kutitipkan pada Pak RT yang agak galak
Kulihat semua wajah yang ada di gerbong menatap kearahku, Alamakkkk !!!
Tak mampu aku untuk berkata-kata, meski untuk sekedar minta maaf karena aku malu berat, dan walau posisiku pun sudah terdesak
Ibu itu menatapku tajam, menunggu sebuah kata yang bakal keluar dari mulutku, namun mulutku serasa terkunci, dan aku pun kembali terhenyak
Anaknya yang sedari tadi diam, tiba-tiba membisikkan sesuatu ke telinga ibunya, sudah mah, kasian, maafin ajah si kakak..

 

related posts:

Puisi Misteri


Puisi Sejarah
Puisi Transportasi

%d bloggers like this: