Master Kungfu Kota Metropolitan

Master Kungfu Kota Metropolitan

Penghasilanku ngepas sekali
Secara kerja pake sistem setoran, kadang capai target kadang nombok sendiri
Gak kaya saudara jauhku yang lebih elit dimana koridorpun dikasi
Udah dapet jalur khusus, dapet pula gaji yang tinggi
Macet, panas, rebutan penumpang jadi makanan empuk sehari-hari
Apa perlu besok kami demo minta jalur khusus metromini

Dulu kita sempat pake sistem digaji
Tapi di sistem yang memberikan jaminan kehidupan layak tiap bulan, para sopir malah males-malesan cari penumpang secara pasti
Sopirnya jadi nyantai kayak sopir bus wisata yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan diatas transportasi
Tentu saja sang pemilik bus tekor tak terganti
Sehingga sistemnya balik lagi jadi sistem setoran ala sistem kebut sehari
Makanya itu jadi biang keladi
Kenapa sopir metromini jalannya ugal-ugalan kaya kuda lagi horni

Kalau seharian sakit, ga bisa narik penumpang, terpaksa puasa bersama anak istri
Kalau ternyata besoknya masih belum sembuh, terpaksa puasanya diperpanjang lagi
Kalau besoknya lagi masih ga sembuh-sembuh, terpaksa pinjam tetangga yang berbudi
Kalau sampai sebulan masih ga ada perubahan, terpaksa jual ginjal sebelah kiri

Enaknya naik metromini, meski ac ga ada, tapi ada yang lebih sehat dan alami
Angin sepoi-sepoi masuk lewat jendela yang terbuka yang kacanya sudah lama pergi
Audio stereo ga tersedia, tapi tiap menit ada pengamen datang silih berganti
Menghiburmu dengan suara parau yang ga berhenti-henti
Ketika kamu butuh suasana romantis penghibur diri
Tiba-tiba ada seorang pemuda yang unjuk diri baca puisi
Ketika kamu butuh ide naskah drama untuk pentas nanti
Tiba-tiba rombongan copet naik satu-satu dari tempat yang berdekatan sebelum beraksi
Ketika kamu lagi butuh sebuah inspirasi
Tiba-tiba muncul seorang bocah atau ibu-ibu membagi-bagi amplop putih yang bertuliskan roman kesedihan yang menyayat hati
Tentunya tak dibutuhkan sebuah keprihatinan sejati
Melainkan mbok ya tolong segera diisi

Suatu saat ratusan metromini dikandangkan karena sudah tidak layak jalan
Dan karena tidak memenuhi prosedur pengujian yang telah dilaksanakan
Dan jangan coba-coba kamu tanya tentang keberadaan surat kir yang sesuai ketentuan
Para sopir metromini berkumpul melakukan demo di Balai Kota, di jalan Medan Merdeka Selatan
Berbondong-bondong mengajak sopir jurusan lain untuk demo menuntut keadilan
Meski demonya anarkis tapi positifnya Jakarta berasa seperti musim lebaran

Mereka menuntut agar armadanya yang kena razia segera dikembalikan
Lho koq jadi kaya koperasi, bisa pinjam dan juga simpan
Speedometernya ga ada entah hilang kemana, apa dipikir ini mobil bombom car di wahana permainan
Remnya blong ga ada tenaga, apa dipikir kalau mau ngerem, tinggal buka pintu lalu kaki turun perlahan
Lampu mobilnya juga ga nyala, apa dipikir pake petromax kalau malam itu dilegalkan
Bodinya udah lapuk dan juga reot, apa dipikir ini bakal jadi tempat bersemayam setan
Bannya juga udah pada gundul, ini memang sengaja uji nyali apa memang lagi nyari-nyari tantangan

Ada juga saudara jauhku satu lagi, saudara satu ayah se-ibu tiri
Namanya Kopaja, warnanya dominan hijau dan putih melati
Tapi meski mirip-mirip ini bukan sodaranya ko Jet Li
Takutnya kamu salah persepsi
Meski sama-sama di jalur beladiri
Yang satu bela-belain sibuk untuk latihan wushu dan juga taichi
Yang satu bela-belain diri ngebut buat cari sesuap nasi

…see the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Gelo


Puisi Transportasi
Puisi Profesi

%d bloggers like this: