Makam Sesat Ilmu Hitam

Makam Sesat Ilmu Hitam

Lompat-lompat bukan berarti kangguru
Bukan juga satu jenis dengan kelinci yang lucu
Apalagi sekerabat dengan kodok ataupun katak dan juga berudu
Aku ini pocong yang telah mati bertahun-tahun yang lalu

Aku mati overdosis saat itu
Tentunya bukan kebanyakan minum jamu
Aku make heroin dicampur obat penenang dan sedikit sabu-sabu
Tubuhku kejang-kejang, mulutku berbusa, bibir dan kukuku juga membiru
Ga pake lama aku langsung meninggal dengan keadaan kaku

Tentunya ini bukan model sabu yang dari jepang, itu sih shabu-shabu
Yang isinya daging sapi, seafood, sayuran dan juga tahu
Kalau kebanyakan yang model itu sih bukan overdosis tapi kekenyangan tau

Masih kuingat saat itu malam-malam setelah hari kelulusanku
Berpesta dengan teman-teman merayakan kelulusan SMA yang waktu itu masih disebut es-em-u
Beragam jenis narkoba dan miras telah disediakan sebagai menu
Pesta dimulai dengan rokok cimeng yang telah dilinting untuk sang paru-paru
Sambil minum-minum sampai teler tak menentu
Kemudian kompor dan bong disiapkan untuk meracik paket sabu yang dicampur obat flu
Aku menghisap sangat banyak padahal aku sejatinya bukan pecandu
Tapi entah kenapa aku bisa begitu
Dan ketika kemudian temanku menawarkan alat suntik, aku juga langsung mengangguk mau
Tentunya itu jadi akhir kisah perjalananku

Aku jadi pocong, setelah dikubur di pemakaman ga jauh dari rumahku
Nisanku tepat di bawah pohon perdu
Badanku dibungkus kain kafan berwarna putih kelabu
Kepalaku diikat dengan tali satu
Padahal aku sempat lihat pocong lain yang ada di kuburan dengan tali pocongnya dua diikat terpadu
Teringat dulu waktu masi hidup beli nasi goreng dibungkus, yang karetnya dua rasanya pedes menderu-deru
Apa mungkin ini pocong dulunya galak, suka menyakiti hati bagai sembilu

Aku sedih memikirkan kedua orangtuaku
Secara aku adalah anak tunggal kesayangan Bapak dan Ibu
Belum cita-cita mereka untuk melihat aku masuk kuliah yang udah lama mereka tunggu-tunggu
Bahkan sebenernya aku sudah lulus tes masuk suatu Universitas jurusan geofisika dan sudah pula membayar uang bangku
Kini yang tertinggal hanya sebuah kisah yang pilu
Kisah sedih aku yang mati konyol gara-gara nyabu
Dan kisah sedih pihak Universitas yang ga bakal mendapat pelunasan uang bangkuku yang masih dicicil aka ngutang dulu

Apalagi saat memikirkan sang kekasih hati
Yang telah kujanjikan akan kunikahi nanti
Setelah aku selesai lulus kuliah dan bekerja di salah satu perusahaan minyak bumi
Tapi tentunya itu hanya jadi mimpi
Kekasihku menangis menjadi-jadi saat mengetahui aku mati
Bahkan kudengar dia sampai mencoba bunuh diri beberapa kali
Sampai akhirnya dia tobat setelah dapet cowok baru lagi

Matiku pas di jumat kliwon
Mayatku jadi rebutan penganut ilmu hitam pengikut syaiton
Cari pesugihan koq make tali pocong, apa ini ga salah baca primbon
Katanya jasadku cocok sebagai syarat ritual yang sesuai hari mati dan juga weton
Langsung saja aku menampakkan diri ketika kuburanku di bongkar paksa pake cangkul, linggis, dan palu beton
Para pencuri mayat langsung lari tunggang langgang sambil memohon-mohon
Tapi beberapa tahun kemudian ada rumor berkembang kalau bisa buka tali pocong yang terlihat, ga peduli tali kain apa tali nilon
Katanya itu juga bisa bikin cepet kaya, apa ga mirip kaya cerita sinetron
Makanya kini bukannya aku yang ngejer-ngejer tapi aku malah yang dikejer-kejer sampai buron

Suatu hari saat lagi sendiri aku ketemu kuntilanak yang langsung nanya tanpa basa-basi
Kenapa aku kok jalannya lompat-lompat kayak Kero Kero Keroppi
Aku tantang aja sekalian, loe bakal tau jawabannya setelah loe buka tali yang mengikat ini kaki
Langsung saja si kuntilanak menuruti
Benar saja, setelah tali pocong di kakiku dibuka, aku segera lari
Lari sambil teriak, kuntiiiiiiiiiiii

Kejadian-kejadian tersebut membuatku ga mangkal di kuburan lagi
Kini aku lebih suka tinggal di rumah-rumah yang berpenghuni
Selain untuk mengusir rasa kangen akan keluargaku, ini juga untuk menghilangkan sepi
Tentunya melakukan penampakan di rumah itu jadi satu hal yang pasti
Terutama yang penakut dan ga berani
Dan apalagi kamu-kamu yang lagi sendiri

Mungkin kalau kamu lihat seutas tali
Atau kamu lihat bayangan putih menari-nari
Entah itu di ruang makan, di kamar tidur, di halaman belakang ataupun di kamar mandi
Itu berarti aku tinggal menetap di sini

[this poetry is being included in “Jakarta Mystic Poetry” book] Coming Soon !!!

related posts:

Buku Puisi Mistis


Puisi Misteri
Puisi Kriminal

%d bloggers like this: