Modernisasi Arisan Para Sosialita

Modernisasi Arisan Para Sosialita

Ketika para perempuan berkumpul entah bertiga atau berdelapan
Kalau ga shopping ya pasti arisan
Secara itu sudah takdir suratan

Arisan model undian
Dimana harus dikocok dulu siapa yang berhak dapet uang di tiap bulan
Mungkin bagi para wanita-wanita kaya modern sekarang, yang begini sudah ketinggalan
Secara kini ada yang lebih menggairahkan
Arisan brondong aka arisan bonus pria tampan
Tentunya model gini menarik tante-tante kesepian
Apalagi sang suami sibuk berpergian
Entah urusan kerja atau selangkangan
Membuat hasrat birahi istri tak tersalurkan
Makanya arisan model gini jadi pelampiasan
Secara orientasi bukan lesbi masa harus pergi ke pelacuran

Kenapa harus brondong, leher gue masih sakit, apa ini ga lebih dari sekedar pop-corn jagung
Banyak peserta baru yang bertanya-tanya linglung
Kenapa ga dapet siomay atau pempek sekalian kata salah satu peserta yang baru gabung
Setelah dijelaskan apa kelebihannya mereka membelalakkan mata dan diam mematung
Sebagian mengernyitkan alis dan terlihat merenung
Lalu mereka kompak bertepuk tangan tanda hadiah telah mereka dukung
Terlihat dari senyum di wajah mereka seolah berkata ini saatnya bertarung

Seperti kata orang desa, gemerlap kota akan terlihat begitu keluar kampung
Wanita-wanita kesepian ini sudah lama hidup terkungkung
Ibarat orang pedalaman yang sehari-hari hanya makan nasi kangkung
Nafsu birahi dan hasrat seksual mereka sudah terlalu lama dibendung
Secara suami pulang sistem jelangkung
Pergi tak diantar, pulang bisa tiga hari, bisa seminggu aka menggantung
Makanya badan sudah lama tak dijamah, takutnya dihuni para belatung
Daripada harus mengemis suami dan sewa dukun tenung
Makanya ini jadi solusi agung
Bisa mendapatkan lelaki pemuas diri sebagai tempat pelepas hasrat sekaligus tempat berlindung
Membuat diri serasa beruntung
Ini memang saatnya semua turun gunung!

Orang bilang ini dosa, tapi ini alami bung!
Secara suami cuman bisa sediain uang, materi dan sejumput kalung
Cukup sudah kami makan hati dan jantung
Ini saatnya pesta sosis gulung !

Engga peduli itu perkumpulan sosialita
Ataupun cuman perkumpulan ibu-ibu biasa
Atau juga kelub ibu-ibu Pe-ka-ka
Arisan model begini selalu jadi bahan bicara
Yang ga ikutan tentu bakal menyesal selamanya
Secara metode ini lebih menantang buat dimainkan bersama

Dadu dilempar keatas
Mata para wanita menatap tajam selaras
Keringat dingin mengucur deras
Degup jantung berdetak keras
Menanti siapa yang berhak mendapatkan sang pemuas
Ketika dadu jatuh ke alas
Keluar sudah sang pemenang yang berhak mendapatkan sang penebas
Yang kali ini bukan sembarang hadiah tak berkelas
Tapi yang ini edisi eksklusif sang kartu as

Yang ga dapet terpaksa gigit jari
Secara mereka sudah pada horni
Prianya terlalu ganteng dan sangat seksi
Mukanya bule, kulitnya putih, tapi produk lokal asli
Badannya tegap dan ototnya jadi
Membuat bulu kuduk pada berdiri
Rasanya ini saatnya beroperasi
Tapi apa daya ini bukan saatnya giliran menari
Hanya bisa menelan ludah dan memendam iri
Kepada pemenang yang sedang dipeluk sang Pangeran hati

Tawa sang pemenang membahana
Memekakkan telinga para peserta
Mukanya terlihat sangat-sangat berbahagia
Senyum lebar sedari tadi menghiasi wajahnya
Kemenangan ini seolah-olah sudah ditakdirkan untuknya

Hadiah boleh dipake langsung
Karena kamar sudah disediakan oleh panitia sebagai panggung
Tapi kalau kamu malu sama peserta lain, kamu ga perlu bimbang dan juga bingung
Karena kamu bisa pakai lain hari sesuai perjanjian, kalau kamu merasa ini canggung
Atau boleh kamu bawa pulang sekarang, kalau kamu rasa itu tanggung
Dan jangan lupa pakai itu sarung
Jangan salahkan kami kalau engkau sampai mengandung
Suami resmi bisa marah dan akan sampai murung
Kamu boleh pake gaya bebas atau gaya punggung
Yang penting kamu puas dan selamat meraung

… please read the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Cinta


Puisi Fenomena
Puisi Sex
Puisi Kebudayaan

%d bloggers like this: