Metroseksualisme Kaum Klasik Kapitalis

Metroseksualisme Kaum Klasik Kapitalis

Biasa nongkrong di cafe atau di pusat-pusat perbelanjaan
Kadang sambil ngerokok atau pura-pura baca koran
Ada yang sibuk mainin hape, ada yang pura-pura smsan
Ada yang sambil ngopi dan makan cake, tapi mata sibuk jelalatan
Ini profesi memang butuh kejelian
Mengamati mana yang prospek jadi calon klien mana yang bukan
Yang penting sabar dan jangan salah sasaran

Ada rekan seprofesi yang salah terka dalam pandangan
Akhirnya kena tampar jadi imbalan
Udah gitu diusir satpam jadi bonus tambahan
Rasa malu udah jadi nomer kesekian

Makanya kadang banyak rekan-rekan sekarang lebih nunggu klien datang sendiri dan menanyakan kebenaran
Kode koran diapit di ketiak tentu sudah ketingalan
Kode mengisap rokok yang tak dinyalakan masih jadi andalan
Tapi beda daerah beda kode penugasan
Tentunya kalau kamu pengen tahu kodenya kamu ga bisa cari tahu di satu kosong delapan

Ada yang dipake untuk jam-jam-an ada yang bisa harian
Ada yang dapet rumah ada yang cuma dapet pakaian
Ada yang sistem sewa ada yang jadi peliharaan
Ada yang ketangkep suaminya ada juga yang kena sweeping warga aka kena grebekan

Aku seorang gigolo
Pemuas wanita kelas atas yang pro
Tubuhku tinggi, badanku atletis, dan penampilanku macho
Badanku wangi, rambutku klimis, dan wajahku indo
Senyumku ramah, tutur kataku sopan, IQ ku diatas rata-rata, serta ga pake kepo
Dan aku juga pemegang sabuk ban hitam taekwondo
Tentunya aku hanya terima klien perempuan dan ga buat gay atau kaum homo
Apalagi bencong, meski kamu bayar aku double, pasti aku bilang no!!

Bayaranku mahal karena semua syarat-syarat yang diminta para klien semua kumiliki
Klienku jarang menawar, karena begitu lihat aku, serasa udah sehidup-semati
Mata mereka menerawang dari rambut hingga ujung kaki
Hanya anggukan demi anggukan kulihat dari wanita yang tak diurus oleh sang suami
Tangannya menggengam jariku erat-erat ketika kita berkenalan seolah-olah aku bakal lari
Senyumnya tak lepas-lepas dari wajahnya seakan-akan baru menemukan peta harta karun tersembunyi
Bisa saja peta menuju kepuasan batin dan gairah diri

Mungkin mereka memang butuh keberadaan seorang laki-laki sejati
Lelaki yang mampu memuaskan hasrat seksual mereka sekaligus juga bisa mengayomi
Yang tak bisa mereka dapatkan dari pasangan resmi
Meski ini sebuah ironi
Tapi aku senang bisa membantu para wanita kesepian ini
Tentunya jasaku harus dibayar agar aku bisa bekerja dari malam hingga pagi

Dan tak seperti Deuce Bigalow di tivi
Yang bekerja tanpa memikirkan kode etik profesi
Disini aku coba memuaskan pelanggan dengan etika dan semangat melayani
Tanpa memainkan perasaan dan sebuah hati
Bagaimanapun juga ini cuman sementara dan pasti ada saatnya berhenti

Dulu sebelum laku
Aku sering nongkrong di lounge bandara, pub, bar, restoran, parkiran dan kadang pabrik tahu
Emang ada klien di pabrik? Banyak yang bertanya-tanya kepadaku
Secara disana aku memang kadang sering jemput istriku yang kerja di situ
Statusku tak menghalangi pekerjaanku
Istriku pun sebenarnya tak tau menahu
Taunya cuman aku kerja di sebuah perusahaan konveksi baju
Semoga sampai profesiku berakhir, ini tetap akan jadi sebuah rahasia berdebu

Main di ranjang itu jadi hal biasa
Main di atap rumah itu jadi tantangan berikutnya
Main di teras kadang diintip tetangga
Main di halaman belakang kadang kena tahi anjingnya

Ada yang pendiam ada juga yang ceriwis
Ada yang tampangnya kaya Shrek ada juga yang manis
Ada yang baunya wangi bidadari ada juga yang wangi ikan kembung bumbu tumis
Ada yang istri pejabat, ada yang istri usahawan, mulai dari pemilik tambang sampai pengusaha pukis
Ada yang bayar dan alhamdulilah belum ada yang gratis

Ada yang main normal dan ada juga yang agak melenceng habis
Ada yang baik ada juga yang sadis
Ada yang galak ada juga yang romantis
Ada yang bondage ada juga yang sadoma sokis

Ada yang napasnya panjang ada yang senin-kemis
Ada yang relijius ada juga yang mistis
Ada yang mainnya cuman mendesah-desah, ada juga yang mendesis-desis
Sampai keder kamu ini wanita kesepian apa siluman ular sis!

… please read the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Romantis


Puisi Profesi
Puisi Sex
Puisi Fenomena

%d bloggers like this: