Mengungkap Algoritma Ahli Kriptografi

Mengungkap Algoritma Ahli Kriptografi

Aku naksir seorang cowok
Kumisnya tipis dengan sedikit berewok
Badannya keker, ototnya besar, dengan bisep yang mencolok
Ditambah otot dada segede mangkok
Tapi sayang orientasinya ga bengkok
Cintaku mentok menabrak tembok

Aku terlahir sebagai laki-laki
Tapi ini bertentangan dengan hati
Secara sukanya dengan sesama jenis secara pasti
Mungkin ini bikin kamu geli
Tapi apa daya aku memang seorang banci
Banci ayu pertiwi
Banci cantik yang pernah hidup di bumi

Orang-orang bilang aku bencong
Meski di dalam kamus besar bahasa resmi banci nasional, aku masih disebut lekong
Tapi aku hanya bisa pasrah karena keadaan ga pernah bohong
Secara ga sengaja waktu salon didatangin garong
Bukannya teriak resmi minta tolong
Aku malah berseru keras lontong

Hobi aku juga agak ekstrim, suka iseng mainin terong
Tentunya lebih suka yang punya brondong
Tapi kalo ga ada, yang agak tuaan juga eike gendong
Yang utama doski setia gak suka serong
Intinya sih, pokoknya yang penting bolong
Aku suka emut-emut juga kayak nama daerah di Tangsel- itu Serpong
Tapi aku anti yang punya kecebong
Ntar dikira pedofilia yang masih hobi naik odong-odong
Apalagi pake yang punya pocong
Masak udah banci, ada kelainan lain berbondong-bondong
Antri satu-satu dong

Tetangga bilang aku bences
Memang aku asal dari Brebes
Ngomong melambai, dan agak mengeong-ngeong males
Dandanan menor, bedak tebel dan katanya kalau orang liat rasanya pengen nge-staples
Apa nasibku memang begitu apes

Banyak yang bilang juga aku maho
Tapi ini memang bawaan dari sono
Pagi cowok karbitan malamnya homo
Badan berotot tapi bawah loyo
Atas kekar tapi hati melo

Ada juga yang sebut aku KW dua
Meski miris dipadankan barang di pusat belanja
Tapi apa daya aku sebut diri sendiri aja akika
Mau kencing aja aku bilang mau kencana
Lambat dikit aku bilang lambreta
Sakit perut aku bilang soraya perucha
Meski kalau kentut aku selalu bilang tinta

Yang sopan bilang aku transgender, wadam atau waria
Ini bukan berarti aku satu jenis dengan TransJakarta
Dan juga bukan satu jurusan bis Trans-Sumatra
Tapi yang pasti aku jadi transportasi pemuas pria

Biasa mangkal di taman, terminal, stasiun, atau bisa juga deket kuburan
Ga peduli ada kuntilanak atawa setan
Yang penting lagi ga ada razia dan patroli petugas keamanan
Apapun dilakukan demi mencari pelanggan
Parfum yang wangi, dandanan menor plus seksi, fashion terkini, dan gratis alat pengaman
Menunggu manis di pinggir jalan
Naik mobil, naik motor, naik sepeda, semua kami teriakin kanan ommm kanannnnn

Ada patroli, kami serentak lari tunggang langgang
Ngumpet rapi di balik lampu remang-remang
Ada yang tiarap di bawah pohon rindang
Ada juga yang nyelem di empang
Ada yang sembunyi di balik semak, ada juga yang nekat manjat pohon pisang
Ada yang paling kreatif dan ga pernah kebayang
Pura-pura mati di atas kali dalam kondisi mengambang
Ini mantan anggota sirkus, apa mantan aktor, apa memang bekas atlet renang

Semua sembunyi, yang penting ga terjaring operasi dan ga kepegang
Secara males diinterogasi dan kena wajib lapor, kadang bonus ditendang
Mana duit hasil keringet juga sering dipalak sebelum pulang
Udah pelanggan terakhir belum sempet bayar, eh Satpol PP udah nabuh genderang
Makanya tadi aku keringatan ngejer konsumen yang masih hutang
Sekarang masih capek lari mending akika modus pura-pura gila sambil telanjang

Banci biasanya kerja di salon atau yang berhubungan dengan kecantikan
Ada yang jadi penata rambut, kapster, tukang creambath, ahli catok, ahli pedi-meni, sampai make-up artis bokingan
Secara ini profesi turun-temurun yang dilegalkan
Mau kerja jadi pegawai negeri takut dikucilkan
Mau kerja jadi pejabat takut dimakzulkan
Mau kerja jadi presiden takut dilengserkan
Mau kerja jadi Satpol PP takut dikaryakan komunitas jadi informan

Wajahku cantik mirip artis sinetron
Tapi bukan sinetron Misteri Gunung Merapi, emangnya eike mak lampir aka nenek syaiton
Dan bukan juga serial Dendam Nyi Pelet, takutnya yang begini malah bikin suudzon
Setidaknya mirip artis Pernikahan Dini atau Nyai Dasimah yang cantik dan enak ditonton
Boleh juga disamakan Madame X, eh? koq sama-sama kerja di salon? Ya ampon!
Ato cukup katakan saja aku seperti artis Perawan Lembah Wilis, meski keperawanan udah ilang sekian taon

Aku suka ikut kontes kecantikan
Secara muka mirip model nan rupawan
Makanya harus dikompetisi dan dipamerkan
Agar dunia tahu biar banci tapi kita selalu jaga penampilan
Beberapa kali ikut belum pernah sekalipun jadi pemenang, ataupun masuk ke kategori harapan
Tapi suatu saat akhirnya aku jadi kandidat nomor satu aka unggulan
Eh tiba-tiba ada demo anti bencong berdatangan
Lalu mendadak sweeping anarkis langsung di tempat kejadian
Acara bubar semua lari ketakutan
Aku terbirit-birit cari keselamatan
Mimpi jadi ratu kecantikan pun pupus jeritku pilu sambil ngos-ngosan

… please read the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Mbeling


Puisi Profesi
Puisi Bahasa
Puisi Sex

%d bloggers like this: