Mencium Bumi Menuju Akhirat

Mencium Bumi Menuju Akhirat

Banyak yang terbantu dengan keberadaanku
Apalagi buat pengendara yang buru-buru
Mendorong motor sampai rumah tentu bikin badan ngilu
Mending ditambal dan kendaraan bisa kembali melaju
Ban bocor kena sesuatu
Sang korban bersyukur ada tambal banku di dekat situ
Belum tahu dia kalau aku sendiri yang bikin ranjau paku

Aku katanya malaikat penolong
Padahal aku hanya seorang pembohong
Mangkal di pinggir jalan entah itu malam entah di siang bolong
Pura-pura membantu para pengendara yang ban-nya bocor dan terpaksa ikut mendorong
Korbanku tak tahu aku sang otak penyebar paku aka sang gembong
Aku tentu tak peduli meski anjing-anjing dekat sini terus melolong

Persaingan tambal ban tambah ketat makin kesini
Ada yang bikin tambal ban panggilan di hari gini
Tinggal telpon, si abang segera datang melayani
Selesai nambal si abang bersih-bersih, lalu kamu bayar si abang pergi
Apa ini ga beda jauh sama metode prostitusi

Usaha begini nih yang bikin tambal banku jadi sekarat
Yang model panggilan ga sampai setengah jam sudah merapat
Harga jauh lebih mahal tapi pelanggan tetep rame, katanya ini jauh lebih hemat
Hemat waktu menunggu, ga kepanasan, dan lebih akurat
Semua dilayanin baik jauh maupun dekat
Makanya yang model mangkal kaya aku hanya bisa tercekat

Aku tentu saja ga tinggal diam dan bangkit melawan
Karena aku super kreatif dan lebih jauh kepinteran
Maka aku sewa orang buat nyebar paku di jalan
Ranjau paku disebar di tempat-tempat strategis di keramaian
Biar banyak kendaraan kena jebakan
Sehingga mencari tempat tambal ban dekat lokasi kejadian
Alhasil tempat tambal banku jadi ramai oleh para korban
Yang begini memang bikin ketagihan

Aku memang tukang tambal ga jujur dan mau untung cepat
Menurutku metode begini memang lazim dipraktekkan tukang ban sejawat
Apa mungkin yang begini bakal masuk akhirat
Tapi pendapatan makin menurun kalau aku ga berlaku jahat
Mana jatah harian istri kadang juga kelewat
Apalagi mertuaku yang hobi berobat

Dulu aku tukang tambal gigi
Tapi aku bukan lulusan fakultas kedokteran apalagi punya sertifikat kompetensi
Dan jangan kamu coba tanya tentang surat tanda registrasi
Aku cuman belajar otodidak sama teman sejenjang profesi
Modalku cuman plang bertuliskan bikin betul tambal gigi, seolah-olah aku memang ahli
Tapi nyatanya pelanggan datang sampai ngantri
Sampai suatu hari aku digrebek Satpol PP serta polisi
Tentu saja ceritaku berakhir sampai disini

Di tempatku korban ranjauku selalu kusuruh ganti ban baru
Bannnya udah menggelembung, udah ga bisa dibenerin, atau pentilnya rusak selalu
Korban yang ga mengerti hanya mau cepat segera mengangguk setuju
Tentu saja aku langsung terkekeh karena itu memang yang kutunggu

Suatu hari sang korban ternyata aparat
Tak bisa dihindari lagi aku beberapa kali kena damprat
Beberapa korban yang ada disitu juga mulai curhat
Wah ini sih darurat

Aku akhirnya kena razia
Rahasia penyimpanan ranjau paku yang harusnya disebar esok pagi uda kebuka
Digebukin para korban sampai ku pingsan menutup mata
Badanku lebam-lebam berkalang tanah negara
Secara lapak tambalku ilegal tak ada yang punya
Bangun-bangun aku sadar sudah di penjara

Saat-saat gelap dan suram itu selalu terpatri
Kegagalan karirku di masa lalu yang telah lama terkubur sunyi
Sekarang aku jadi tukang tambal panci
Yang penting halal dan gak merugikan orang lain lagi
Keliling kampung demi sesuap nasi

Lumayan jadi begini ketimbang harus jadi tambal sulam pejabat negeri
Masa benerin jalan tiap tahun tak berhenti
Apa kamu pikir ini proyek abadi
Tiap tahun anggaran naik, tapi tetap tak ada implementasi
Infrastruktur rusak tak terganti-ganti
Minta tambahan dana berkali-kali tapi tak kunjung ada realisasi
Tiba-tiba muncul proyek-proyek baru dengan dana miliaran jeti
Apa ini bukan salah satu taktik korupsi
Kata yang bersangkutan biaya-biaya ini sudah dialokasi
Tapi siapa yang tahu kalau ini habis di lokalisasi
Ketika ditanya detail malah bilang ini dana administrasi
Paling jago memang kalo harus ngeles sana-sini
Apa jadi seorang pejabat harus sekaligus jadi orang yang dibenci
Mengumbar ribuan janji dan segala mimpi
Semoga karirmu seperti kisahku yang mencium bumi

…see the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Stress


Puisi Profesi
Puisi Kriminal
Puisi Politik

%d bloggers like this: