Malaikat Jalanan Pembawa Berkat

Malaikat Jalanan Pembawa Berkat,

Jangan tanya apa profesiku
Ketika kamu tahu aku selalu ada disitu
Di sebuah perempatan, pertigaan, bahkan tempat yang tak seharusnya keberadaanku
Bukan berarti aku sembunyi tapi aku sengaja mengejutkanmu
Bukan berarti aku lari dari masalah tapi ini aku sedang menunggu

Di balik pohon jadi tempat idamanku
Tersembunyi rapi dari pandangan korbanku
Sehari kadang lima kadang satu
Secara sudah banyak yang tahu
Tapi lumayan buat ngelatih ilmu

Di dekat lampu merah juga jadi tempat favoritku
Secara banyak orang terburu-buru
Disini banyak yang kena jebakanku
Kadang lima belas minimal tuju
Hidupku cerah terpenuhi uang saku

Di samping tikungan jadi tempat idolaku
Secara belok ke kiri belum tentu diperbolehkan tu
Makanya baca itu rambu
Agar kamu tak hanya ngomel-ngomel dibelakangku
Patuhi aturan dan kami akan segan padamu

Suatu hari ada korban yang sedang melawan
Tentu saja aku emosi tak tertahan
Ternyata dia empat tingkat di atas di dalam angkatan
Terpaksa aku tersenyum dan minta maaf sebagai tanda perdamaian

Biasanya goban selesai semua masalah
Tapi kini harga bensin dan bahan pokok mulai parah
Terpaksa kamu harus bayar nambah
Secara istri kini selalu rutin neror jatah
Belum lagi buat biaya anak sekolah
Kadang mertua juga ikut minta sedekah
Belum sanak saudara yang ngantri nunggu berkah

Mau bayar di loket apa bayar di tempat
Kamu tinggal pilih mana yang tepat
Asal kita sama-sama sepakat
Saat ini juga kamu bisa bebas dari surat-surat

Kalau ada korban yang seksi
Dengan otomatis kewibawaanku keluar sendiri
Aroma kebapakan dengan sentuhan ketegasan membuat pria lain iri
Berbicara sopan kepada sang gadis apa yang telah terjadi
Meski surat tak keluar tapi nomer handphone berhasil diberi
Tentu saja itu jadi awal dari sebuah cinta di musim semi

Kamu bisa suka bisa benci
Tapi ini hanya sebuah profesi
Kriminalitas akan berkembang jika tidak ada kami
Kejahatan akan selalu terjadi
Kecelakaan akan beruntun ada setiap hari
Selama kamu ga disiplin ini akan terulang lagi dan lagi

Kami sebenarnya malaikat jalanan
Menolong orang-orang yang kesusahan
Ga ada helm kami setop, esok hari kamu pasti punya kan?
Bonceng tiga kami setop, takutnya esok hari kamu jadi bersembilan
Ga ada spion kami setop, biar kamu ngaca terus sadar mukamu kaya siluman
Ga ada STNK kami setop, biar kamu ga hanya bisa minjem motor teman
Ga ada SIM kami setop, biar kami tahu alamatmu kalau kamu mati kecelakaan
Arwahmu tenang, dan jasadmu bisa terkubur rapi di kuburan
Melanggar rambu kami setop biar lain kali kamu ga sembarangan
Melanggar lampu merah kami setop biar kamu ga ketagihan

Kalau semua patuh kami jadi luluh
Kalau semua patuh kecelakaan pun jadi berkurang penuh
Kalau semua patuh kami senang meski sebenarnya kondisi keuangan kami jadi kisruh
Sebenarnya ini simbiosis mutulasime aka saling butuh
Demi kamu-kamu juga tuh!
Ayo makanya taat, disiplin dan patuh!

…see the edited version in the Jakarta Breaking Poetry Book…
[this poetry has been included in “Jakarta Breaking Poetry” book]

related posts:

Buku Puisi Kocak


Puisi Profesi
Puisi Transportasi
Puisi Kriminal

%d bloggers like this: